Kamis, 30 Juni 2011

Ceritaku di bulan Juni

Bulan juni beberapa jam lagi akan berakhir dan  berganti ke bulan juli pastinya banyak cerita yang menarik dalam menambah  pengetahuan dan membangun budaya hukum yang lebih baik di negeri ini. Aku sangat merasakan bahagia jika melihat yang sudah aku jalani di bulan juni dengan penuh kejutan. Dan semoga bisa membahagiakan kedua orang tuaku yang selalu setia membimbingku menjadi penegak hukum yang berani dan bijaksana nantinya.
Kejutan dari mendapatkan Juara Harapan III Lomba Karya Tulis dalam rangka HUT Bhayangkara diadakan oleh POLRESTABES Surabaya di saat ulang tahun Mamaku tersayang. Dan ada satu tulisan yang dimuat dalam harian jawa pos yang berupa opini/gagasan yang nantinya dapat menjadi masukan bagi Pemprov Jatim dan Pemda Bangkalan dalam meningkatkan perekonomian dalam bidang Parawisata.
Aku mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuhan karena berkatnya selalu menyertaiku di saat aku melakukan aktivitas. Terima kasih Tuhan bukan Kasih Karunia yang telah kau berikan kepadaku sampai saat ini kiranya KasihMU selalu menemaniku sampai akhir usiaku.

Senin, 27 Juni 2011

SEKOLAH TAHANAN PARA KORUPTOR




Korupsi saat ini sudah menjalar di segala tubuh para penegak hukum di negeri ini seperti Polisi, Jaksa, Hakim dan bahkan Advokat. Indonesia saat ini selalu dihantui akan korupsi yang menjalar keseluruh lembaga negara dan bagaikan virus dalam komputer yang bisa merusak suatu sistem. Namun kita mesti bersyukur pula karena para Pemimpin Agama tidak ada yang masuk ke penjara karena korupsi.
Pemerintah selalu berupaya dengan bekerja keras untuk memeberantas dan mencegah korupsi melalui suatu Lembaga Negara yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Koruptor makin bertambah dan semakin besar dana negara yang dikorupsi atau digunakan untuk kepentingan pribadi yang terjadi saat ini. Seakan-akan keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak ada artinya, namun upaya keras KPK dalam memberantas dan mencegah korupsi jangan dilupakan dengan kehadiran koruptor yang baru.
Menurut hemat penulis sebaiknya Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pemerintah Indonesia jika memang serius dalam memberantas korupsi di negara ini alangkah baiknya membuka Sekolah Tahanan Para Koruptor (STPK) di Lembaga Pemasyarakatan. Dan keberadaan Sekolah Para Koruptor agar Koruptor yang ditahan karena melakukan tindak pidana korupsi disekolahkan di Sekolah Tahanan Para Koruptor (STPK) tersebut.
Dimana pendidikan Sekolah Tahanan Para Koruptor (STPK) itu memuat materi Etika Moral dan Dampak kerugian dari adanya Koruptor. Hal itu bertujuan agar Para Koruptor mudah-mudahan dapat sadar secara perlahan-lahan diingat dalam akal pikiran dan hati nuraninya. Peranan Pers dan Tokoh Agama juga memiliki peran penting dalam mengawasi adanya sekolah tersebut untuk mengawal dan memantau akan ajaran pendidikan yang diberikan kepada para koruptor selama para koruptor tersebut ditahan di lembaga pemasyarkatan.